Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘kisah inspiratif’

the_pursuit_of_happyness-t1

Sepertinya sangat terlambat jika baru saat ini saya menulis isi dari film ‘ The Pursuit Of Happyness ‘, sebab film ini sudah di rilis di bulan Desember 2006. Lalu kenapa terlambat ? Dengan jujur saya katakan kalau baru tadi malam saya melihat filmnya di TV, hehe … memang saya bukanlah seorang maniak film yang selalu mengikuti trend film terbaru dengan cepat. Tetapi begitu tadi malam saya mendapat kesempatan melihat film ini, waow …. sepertinya jadi tidak ingin memalingkan wajah sebentarpun.

Saya tidak begitu tahu tentang latar belakang pembuatan film ini, oleh karena itu saya hanya mencoba mengulas tentang nilai-nilai yang ingin disampaikan dalam film ini.

Dimulai dengan kisah Chris Gardner,  ayah dari seorang anak usia lima tahun yang berobsesi bisa menjual semua scanner yang telah dibelinya dengan menginvestasikan semua uangnya. Tidak setiap hari dia bisa menjual ke Rumah Sakit atau Dokter, sehingga akhirnya terjadi kekurangan ekonomi dalam keluarganya. Bahkan akhirnya, Linda istri Chris harus meninggalkannya karena sudah tidak merasa bahagia. Chris berusaha agar anak mereka, Christoper tetap dalam asuhannya walau dalam keadaan yang kekurangan. Namun begitu, tak sekalipun saya mendengar Chris mengeluhkan keadaan mereka kepada anaknya, Dia sangat melindungi anaknya, setiap waktu ketika bersama anaknya menjadi sangat berharga dan selalu diisi dengan sesuatu yang mengkayakan hatinya. Nasihat, tindakan, kata-kata optimisme selalu ada dalam setiap kebersamaan mereka.

happyness_main

Seperti saat suatu hari, Chris harus meninggalkan rumah kontrakan karena memang belum bisa melunasi semua tunggakan. Saat berkeliling mencari tempat bernaung mereka duduk di pinggir jalan, anaknya terlihat capai dan perasaan kecewa karena tidak bisa istirahat di rumah seperti biasanya. Dengan penuh rasa kebapakan, Chris mengatakan tentang scanner yang dibawanya itu adalah mesin waktu, bersama mereka menekan tombol hitamnya dan saat itu, Chris berimajinasi tentang masa lampau, masa ketika masih ada dinosaurus dan kawan-kawannya. Awalnya christoper tak merespon tetapi ayahnya terus berimajinasi dengan menghidupkan cerita yang akhirnya mengantar mereka ke sebuat toilet yang mereka sebut sebagai goa tempat bersembunyi dari kejaran dinosaurus. Beralaskan tissu dan berbantalkan kaki Chris, akhirnya Christoper bisa tidur dengan nyenyak dalam dekapan seorang ayah yang sangat menyayanginya.

 

Kejujuran dan kesungguhan dalam berusaha mewujudkan impiannya menjadi seorang pialang saham telah di buktikannya, kerja keras dan manajemen waktunya   sungguh luar biasa. Pantang menyerah, walau kadang terlihat ia harus menitikkan air mata namun itu sungguh air mata yang bukan karena ingin dikasihani oleh orang lain. Tidak pelit terhadap anaknya, walau dalam keadaan yang kekurangan, ia berusaha agar anaknya bisa mendapatkan tempat dan makanan yang layak. 

the-pursuit-of-happyness-movie-review

Protect your dreams, if you want something …. Go and get it !!!

Iklan

Read Full Post »

Siapa bilang Indonesia tidak mempunyai game buatan anak Negeri sendiri ?
Siapa bilang tidak ada game yang menggunakan bahasa Indonesia dengan karakter yang asli Indonesia juga ?

Sebenarnya banyak Anak negeri yang bisa membuat game, tetapi keberadaan mereka tidak sampai terekspose oleh media massa, sehingga masyarakat tidak tahu keberadaan dan kemampuan mereka. Apa yang membuat mereka tidak terekspose ? ternyata itu sudah merupakan kultur bagi mereka untuk tidak ingin tampil di media padahal kemampuan mereka bisa dikatakan sejajar dengan para pembuat game luar negeri. Alhasil penghargaan kepada mereka menjadi kurang lalu larilah ke pengembang game luar negeri dengan salary yang menggiurkan.

Namun sobat …. ada salah satu anak negeri yang menyimpang dari persamaan pemikiran para pengembang game. Dia berontak dan bertanya, mengapa masyarakat Indonesia tidak tahu kalau anak negeri itu hebat-hebat ? Lalu terbersit di pikirannya untuk mencipta game Indonesia dengan bahasa Indonesia pula. Dan dengan berani pula Ia keluar dari jalur pemikiran umum pengembang game yang cenderung tidak suka publikasi.

Lewat majalah CHIP dan Level Dia memperkenalkan game buatannya yang aseli Indonesia. Karena terus memperkenalkan dan mencipta game-game baru akhirnya Ia dilirik oleh MURI untuk menyandang predikat Pembuat Game Pertama Indonesia ‘.

Oke Guys …. silahkan meluncur kesini ya jika ingin berkenalan lebih jauh sekalian download game-gamenya ….. gratis loh … 😉

Ternyata Indonesia tidak kalah hebat ya dengan negara maju ????!!!
Tinggal kita sendiri aja yang harus membiasakan bangga dengan produk dalam negeri. 😀

^PeAcE^

Read Full Post »

Andaikan lebih jauh …..

Andaikan lebih banyak …..

Andaikan lebih bagus ……

Andaikan saat itu aku bisa melakukan yang lebih dari yang telah kulakukan, tentu sekarang aku akan mendapatkan pahala yang lebih besar pula. ‘  Demikian kata seorang laki-laki yang sedang sakaratul maut. Saat itu sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, lamat-lamat dia hanya berkata andaikan ….andaikan …. andaikan …..

Si istri hanya bisa terdiam tidak tahu maksud dari kata-kata suaminya itu. Ia hanya menitikkan airmata dan dengan perlahan mengusap keringat dingin yang mulai membasahi kening sebelah kanan sang suami. Wajah pucat pasi, namun tak sedikitpun menyiratkan rasa sakit. Bersamaan dengan itu, telah datang utusan keluarga bersama Nabi Muhammad  Saw. Nabi memandang dengan tenang kepada laki-laki di atas pembaringan itu, seulas senyum tersungging menghiasi wajahnya.  Andaikan … Andaikan … Andaikan …..

Istri yang lembut hatinya …. masih saja setia membimbing laki-laki itu untuk mengucapkan lafadz tauhid, hingga ….. dengan perlahan laki-laki itu akhirnya menutup mata. Dengan tenang…. Wajah pucat pasi itu terlihat indah di bawah cahaya lampu yang redup. Malam yang senyap-pun tetap hening mengiringi kepergian ruh dari jiwa yang telah kembali.

Beberapa hari setelah itu, Istri laki-laki yang telah kembali ke haribaan Illahi menanyakan perihal kata ” andaikan … ” kepada Nabi Muhammad Saw.

Dengan tenang dan tegas Nabi menjelaskan perihal kata ” andaikan “.

Andaikan Lebih jauh …. saat itu di perlihatkan oleh Alloh betapa besar pahala perjalanan kaki dari rumah menuju masjid. Setiap langkah adalah pahala …. andaikan dia semasa hidup bisa berjalan lebih jauh lagi …

Andaikan lebih banyak ….  pernah semasa hidup lelaki itu, ada seorang musafir yang minta makanan.  Saat itu hanya sebuah roti yang ia punya, lalu dibelahnya menjadi dua bagian. Bagian yang lebih kecil diberikannya kepada musafir yang menerimanya dengan sukacita dan penuh terimakasih. Lalu Alloh memperlihatkan betapa dengan bagian roti yang lebih kecil-pun pahala yang ia dapatkan sungguh tiada taranya, sehingga lelaki itu pun bergumam  “andaikan lebih besar ”            ( bagian roti yang ia berikan ).

Andaikan lebih bagus …. Suatu hari datang lagi seseorang padanya dengan kedinginan dan mengatakan kalau ia sedang membutuhkan selimut. Kebetulan lelaki itu mempunyai dua selimut, yang satu selimut diberikannya kepada si fulan. Sebagai manusia biasa, tentu saja selimut yang agak kumal yang ia berikan. Meskipun begitu toh si fulan tetap menerimanya dengan hati yang gembira. Lalu Alloh memperlihatkan pahalanya ketika ia memberikan selimut itu, sungguh luar biasa. Dan lelaki itu berpikir andaikan saat itu selimut yang ia berikan adalah selimut yang lebih bagus.

Ketika berandai-andai adalah penggambaran dari sikap rasa bersyukur,  maka berandai-andai disini bisa memberikan pelajaran yang sungguh luar biasa.

Saat kita masih bisa bernafas, mendengar, berbicara dan berjalan di atas muka bumi ini, maka adakah yang menghalangi untuk berbuat lebih baik lagi ? maka … berikanlah yang lebih tanpa membuat dirimu dan keluargamu  menjadi kekurangan.

Cerita yang sederhana namun patut kita ambil sebagai tauladan dan pelajaran.

********

Read Full Post »

Orang yang berjiwa besar adalah seorang yang mempunyai dua hati, ketika satu hatinya menangis, maka hati yang lain mencoba untuk tersenyum dan berkata ” ada sesuatu yang terbaik yang telah menunggu di depan “

Saat pertama aku merasa kehilangan dirinya, adalah saat ketika  dia menceritakan jika ia telah menemukan seorang tambatan hati, yang memberinya rindu dan membuat hari-harinya indah. Lalu … dia menunjukkan photo-photo kemesraan mereka. Saat itu …. aku tersenyum melihat dia bahagia, tetapi juga menangis karena saat itu aku mungkin tidak lagi bisa memberinya hari-hari yang indah untuknya sebagai sahabat, karena dia telah mendapatkan seseorang yang lebih dari seorang sahabat.  Saat itu aku bahagia karena membayangkan senyum yang selalu menghiasai bibirnya, aku bahagia tetapi juga sedih dalam sepi.

Setelah saat itu, kukira aku telah dilupakan. Ketika aku dalam diam dan mencoba berjalan menjauhinya, dia memberikan sapa yang hangat. Dia adalah sahabatku. Bagaimanapun hati ini nelangsa, ternyata aku tidak bisa membiarkan dia tanpa kata.  Kehangatan persahabatan kembali terasa seperti hangatnya mentari pagi yang memberikan kehidupan kepada rumput-rumput, pepohonan dan juga semua mahluk. Hingga suatu saat, dia menyampaikan berita tentang tanggung jawab hidupnya. Dia …. hendak memasang jangkar dan memenuhi panggilan memelihara amanah yang dititipkan kepadanya. Saat itu … kembali aku tersenyum dengan tegar, walaupun hati ini benar-benar menangis. Saat itu kembali aku merasa sangat  kehilangan dia sebagai sahabatku. Karena aku tahu setelah ini, waktu-waktunya akan selalu dipenuhi dengan berbagai tanggung jawab baru dalam membina sebuah rumah tangga.

Hari-hari terus saja berjalan, karena ternyata sang waktu tidak lagi peduli apakah aku sedang sedih ataukah aku sedang gembira. Sang waktu tetap berjalan menjalani kodratnya tanpa berkeluh kesah. Padahal didalamnya terdapat seribu masalah bahkan  lebih yang mungkin lebih berat dari  yang telah kurasakan dan ku alami.  Kucoba membiasakan menjalani hari tanpa kehadirannya. Aku mencoba dan selalu mencoba untuk tegar berdiri menyongsong esok hari. Banyak hal ku lakukan untuk mencoba melupakan dia. Kadang aku berpikir ….. bukankah seorang sahabat yang baik adalah seorang yang bisa melepas sahabatnya dalam kebahagiaan dengan rasa ikhlas ?  ataukah aku telah memiliki rasa lebih dari seorang sahabat hingga aku merasa benar-benar kehilangan dia ?  I dunno …. tetapi setidaknya perasaan itu tidak seharusnya membelenggu diriku.

Yup …. aku telah banyak membaca dan menulis tentang IKHLAS. Begitu mudah menorehkan kata demi kata tentang ikhlas. Mencoba menjalani hari dengan IKHLAS, sakdermo nerimo Qodar. Ikhlas itu ….. ternyata antara ada dan tiada. Ketika masalah masih ada didepan mata, Ikhlas itu ternyata begitu berat dilakukan. Semakin berat kurasakan, maka saat itu semakin kuat pula aku mencoba menjalani dengan senyum, dan semakin kuat rasanya tenggorokanku tercekat oleh rasa sedih.

Perlahan namun pasti …. persahabatan tetaplah persahabatan. Kembali kami dalam canda dan tawa, namun  … saat ini …. aku telah menata hatiku, aku tahu kalau setelah canda tawa akan terjadi kesedihan lagi. Aku tahu hari ini ataupun besok mungkin aku akan kehilangan sahabatku lagi. Aku tahu itu … karena dia tidak lagi sendiri.

Apapun sahabatku …. kamu tetaplah sahabatku. Yang bersinar bagaikan mentari pagi, yang memberi inspirasi dalam langkah-langkahku. Mengenangmu adalah warna dalam hidupku. Kamu telah ditakdirkan menemani hari-hari seseorang yang mencintaimu. Aku disini … berdiri dengan tegar dan kuat walau hati ini menangis. Hanya satu yang menguatkan hatiku … bahwa … kamu sekarang sedang tersenyum bahagia merajut mimpi-mimpi indahmu.

Yang membedakan antara Sahabat dan Cinta adalah, ketika kehilangan sahabat, maka akan kehilangan cinta pula. Tetapi ketika kehilangan Cinta, maka Sahabat akan tetap menghiburmu.

Dalam persahabatan, memang tidak selalu bisa berada disisi, namun masih ada kesempatan untuk selalu menemani dalam do’a. Dan tidak ada yang lebih mencintai Sahabatnya kecuali karena Alloh.

Ya Alloh, aku menyayangi sahabatku seperti halnya aku menyayangi diriku sendiri. Aku Mohon KepadaMU ya Alloh … sayangilah ia dimanapun ia berada, tetapkanlah ia dalam keimanan. Tiada kebahagaiaan bagiku jika aku meninggalkan ia tanpa memastikan bahwa Engkau melindunginya. Amiin …

Persahabatan bagai kepompong, berubah ulat menjadi kupu-kupu ….

Read Full Post »

Satu detik kedepan, siapa yang akan mengetahui apa yang akan terjadi ?

Seorang teman senior, mantan KaUP, seorang yang baik hati, mau berteman dengan siapa saja, selalu ingin membuat orang lain bahagia walaupun hanya dengan seyum dan sapanya.  Dia menjadi sosok ibu bagi karyawan wanita dan pelindung bagi semua karyawan dari ketidakadilan pihak manajemen yang selalu menindas hak-hak kami. Beliau yang akhirnya tersingkir karena selalu vokal menyuarakan keluh kesah dan tuntutan kami, Beliau yang diakhir masa tugasnya masih saja berusaha membuat kami semua tersenyum dengan memberikan kenang-2 an yang nilainya tak seberapa, tetapi bisa dirasakan ketulusan dan kasih sayangnya kepada kami semua. Beliau yang sudah berada jauh dari jangkauan mata kami, masih saja menyempatkan diri untuk menyapa dengan mengirim SMS dan tidak lupa menitip salam kepada teman-teman semua. Dan Beliau yang sudah membuat kami jatuh hati dan selalu mengenang kebaikannya.

Beliau yang pada hari kamis sore ketika menyaksikan insert berita pelawak terkenal Basuki ( alm ) meninggal dunia, ketika itu sempat terlontar komentar ” Tidak ada hujan tidak ada angin, Basuki bisa meninggal dunia …..” sebuah kalimat yang siapa menyangka itu akan terjadi pada diri Beliau sendiri. Mendadak sepiring nasi yang belum sempat dihabiskan terjatuh ke lantai seiring tubuhnya juga lemas tak bertenaga. Segera Beliau dilarikan ke RSI, pertolongan pertama segera dilakukan, semua keluarga menjadi tegang dan berkeringat dingin. Do’a dan harapan kesembuhan tak henti-henti diucapkan.

Namun ………

Manusia hanya bisa berharap, Alloh yang menentukan. “…….. Kullu nafsin daa’ikatul mauut ……”  setiap diri pasti menjumpai mati. ” …..Innalillahi wa’inna ilaihi roji’uun …… ” hanya itu ucapan yang bisa keluar dari mulutku ketika mendengar khabar tentang beliau. Tersadar ku akan takdir ini, dan kubayangkan apa yang sudah bisa kubawa kelak jika aku menjumpainya ?

Lalu aku teringat tetang sebuah Hadist Nabi yang artinya kurang lebih seperti ini …..          ” … dan ketika anak adam telah meninggal dunia, akan kembali ketempatnya apa-apa yang mengantar dirinya kecuali tiga perkara, yaitu :  Do’a anak yang sholeh, amal jariyah, dan ilmu yang bermanfaat ….

Satu detik kedepan siapa yang akan tahu apa yang akan terjadi pada diri kita, yang bahkan tidak akan bisa mencegahnya, harta, kedudukan, jabatan, penghormatan, ataupun kebaikan hati.

Read Full Post »