Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Akulah Si Telaga

IMG_3900

 

Akulah Si Telaga

akulah si telaga: berlayarlah di atasnya;
berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkan  bunga-bunga padma;
berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya;
sesampai di seberang sana,

tinggalkan begitu saja – perahumu , biar aku yang menjaganya

 

Read Full Post »

Jika Rindu …..

tercurahkan pada alunan bacaan paling indah

tercurahkan pada kalimat paling agung

tercurahkan pada istighfar di setiap langkah

tercurahkan pada mimpi yang datang tanpa diundang

tercurahkan pada angan-angan yang menggoda

tercurahkan pada titik air mata yang menetes perlahan

tercurahkan pada lantunan doa sepenuh hati

namun …. rindu itu ternyata sangat curang, bukannya ia semakin berkurang tetapi justru bertambah

Akhirnya …. biarkan saja rindu itu datang bersama kenangan seperti halnya air hujan yang datang dengan derasnya dan tunggulah hingga ia reda dengan sendirinya

 

Read Full Post »

105

SOLUSI Hemat & Menguntungkan,

Semua Kebutuhan Pembayaran Online Keluarga!

Tidak perlu lagi tinggalkan waktu berharga Anda!

Bayar & beli apa saja cukup di tempat dimana Anda berada sekarang!

1. Tagihan Bulanan Keluarga Anda (listrik, air, telepon, internet, dll)

2. Cicilan Kendaraan, Asuransi dan Kartu Kredit

3. Kirim Uang & Tarik Tunai

4. Beli Voucher Game, Pulsa, Data Internet, dll.

5. Reservasi Tiket Pesawat & Kereta Api, Reservasi Hotel

6. Bayar Zakat, Infaq, Shodaqoh, dan Qurban Lebih HEMAT Lebih UNTUNG!

Tidak Perlu Pindah Tempat!

Dapatkan CASHBACK di setiap transaksi

Ayo Daftar Segera via SMS GRATIS 100% Ketik : DAFTAR.NamaAnda.NoHP.Bank.Nominal.12376125 kirim ke 082244823999

Atau klik >> BebasBayar.com/?b=1fa24186

“BebasBayar – Solusi Keluarga untuk Semua Tagihan dan Pembayaran”

Read Full Post »

28 April 2016

Yaa Alloh ….

Yaa Rohmaan ….

Yaa Rohiim ….

Yaa Arhamarrohimiin ….

Yaa Arhamarrohimiin ….

Wahai Dzat yang Maha pengasih  dan penyayang, Engkaulah pemilik segala cinta dan kasih sayang, penuhilah hati kami dengan kasih sayangMU sehingga bisa mengalahkan cinta kami terhadap keinginan-keinginan kami yang tidak Engkau ridhoi. Jika Engkau memang berkehendak menetapkan rasa kasih sayang di antara kami, maka jadikanlah rasa itu yang bisa membuat kami semakin dekat denganMU, semakin bisa menambah rasa syukur kami padaMU, dan semakin menambah keimanan kami padaMU.

Yaa Rohmaan … Yaa Rohmaan

Yaa Rohiim … Yaa Rohiim … Yaa Arhamarrohimiin … Yaa Arhamarrohimiin ….

 

Read Full Post »

Isi dari uraian konsep pendidikan yang sebenarnya ini saya copy paste dari tulisan Prof. Rhenald Kasali, Guru Besar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang saya baca di sebuah note facebook teman saya. Semoga bisa menambah wawasan dan bisa diterapkan untuk kemajuan pendidikan anak-anak Indonesia.

 

Pendidikan Sebenarnya

Ditulis oleh: Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”

“Dari Indonesia,” jawab saya.

Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,”lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap.Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

***

Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN

Bisakah kita mencetak orang orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru,sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

 

Demikian hasil copy paste saya, semoga bisa menjadi bahan renungan bersama, salam 🙂

Read Full Post »

Sewaktu pertama mengenal Internet, satu hal yang terpikir olehku adalah bagaimana membangun sebuah bisnis yang bisa dijalankan secara online. Segala urusan pastilah jadi mudah, dan yang terbayang saat itu bagaimana mudahnya mendapatkan uang …. hmmm ….. ckckckck.  ( Nenek bilang ‘mendapatkan uang tak semudah itu Cu’ ) xixi … emang dasar …

Bisnis Online …. bagaimana mudahnya yang dikatakan bisnis online itu tetap saja harus ada perjuangan. Perjuangan ngeluarin duit ke warnet, perjuangan mempelajari sistem, perjuangan mencari partner bisnis … dan masih banyak lagi perjuangan yang harus dikeluarkan. Jangan dikira, begitu join bisnis online uang langsung masuk kantong. akh …. sulapan apa ???? 😛

Semua butuh proses dan semua butuh pembelajaran. So … buat teman-teman yang mau belajar sekaligus berbisnis, coba deh intip http://www.superdbc.co.cc/ 

di http://superdbc.co.cc/ teman-teman dapat mulai membangun mimpi dan akan dibimbing bagaimana bertindak.  So … segera deh meluncur ke http://www.superdbc.co.cc/

 

 

^_^ GoodLuck^_^

 

Read Full Post »

Dua kata yang sungguh indah dan pastinya akan membuat sukma terbang melayang ke awang-awang. Dan tentu saja dia berharap bahwa kalimat itu hanya tertuju padanya seorang, tidak ingin berbagi dan kau milikku seorang. byuhhhh …. romantis banget ya. Ya iyalahhh  ….. pada jaman dahulu kala, di saat jaman batu sampai sebelum millenium, kalimat itu menjadi sebuah kalimat keramat yang tak mudah bagi seeorang untuk mengumbar ke banyak teman wanitanya.

Inginnya menikmati masa-masa yang tidak ada basa-basi itu, dimana pengucapan Aku menyayangimu, Aku mencintaimu ….. adalah benar-benar tulus dari dalam hati bukan hanya sekedar gurauan atau sekedar ingin menyenangkan hati saja. Sedihnya jika mengetahui seseorang yang benar-benar kita sayangi mengucapkan kata-kata sayang pula kepada orang lain, kata- kata cinta yang diumbar gak karuan. Sedihhhh sekali ….

Yaaaa …. mungkin inilah akibat kemajuan jaman, kemajuan teknologi. Dimana segala sesuatu yang kita inginkan, teman …. hiburan ….. dengan begitu mudah kita dapatkan. Dengan alasan just fun, semua maka terjadilah. Mungkin sudah biasa bagi orang-orang yang biasa melakukan itu. Bermodalkan kata-kata romantis, sambung menyambung, lalu terjalinlah suatu jenis perasaan yang selalu ingin bersama ….. di dunia maya. Tidak bisa di pungkiri, akibat dari main-main perasaan di dunia maya efeknya jauh lebih dahsyat daripada main-main perasaan di dunia nyata, karena di dunia nyata ada banyak sekali orang-orang yang tidak bisa leluasa mengungkapkan isi hatinya dengan kata-kata secara live.

Main-main perasaan di dunia maya, bagiku cukup sekali saja dengan orang yang cukup satu saja. Main-main disini bukan sekedar just fun tetapi memang benar-benar tulus dan kasih sayang yang nyata. Aku tidak tahu dan tidak berharap bahwa kasih sayangku ini mendapat balasan, tetapi cukuplah untuk dihargai dan digenggam dengan hangat. Bukan untuk menjadi bahan cemoohan dan tertawaan. Bukan hanya aku saja kali ya yang berharap seperti ini, bahkan setiap wanita juga mungkin selalu berharap begitu.

Perasaan wanita memang beda dengan perasaan kaum pria, bagi mereka mungkin sudah biasa mengumbar kata sayang, kata cinta, berjanji setia kesana kemari, berjanji kau tidak akan aku duakan kepada setiap wanita yang dekat dengannya. Mereka bahkan tidak pernah berpikir bahwa setiap kata yang mereka ucapkan akan selalu membekas dalam sanubari, dalam hati paling dalam hingga mempengaruhi setiap tingkah laku dalam hari-harinya. Inilah ….. akibatnya.

Jika kita pernah mendengar  ‘ Jatuh cinta karena suara, jatuh cinta karena gambar photo, jatuh cinta karena tampilan fisik, jatuh cinta karena uang, dan lain-lain ….’   maka sekarang ada lagi sebutan baru ‘Jatuh cinta karena kata-kata yang membentuk sebuah imajinasi’. Pernah saya membaca di sebuah surat kabar tentang peristiwa ini, dimana Seorang pria jatuh cinta dengan tokoh imajinasi sebuah game. Bahkan ia pun telah menganggap tokoh imajinasinya itu adalah pacarnya dan bahkan merekapun melangsungkan pernikahan dan uniknya, honeymoon di langsungkan pula di sebuah pantai. Seorang Pria dengan sebuah tokoh imajinasi yang hidup dalam dunia maya.

Begitulah …… ketika tangan telah berhasil hampir menggapai langit, maka tetaplah ingat bahwa kaki tetap menjejak di bumi, sehingga akal pikiran sehat dan logika yang kuat masih bisa di andalkan untuk kelangsungan hidup yang sesungguhnya.

@@@@@@

Read Full Post »

Older Posts »