Berlari-lari diriku, berteman hembusan angin yang menyapa lembut belai rambutku, di bawah hangatnya mentari yang ramah menyapaku, di payungi naungan birunya langit yang tersenyum padaku, ku basuh peluh keringat yang membasahi tubuhku ….
Tersadar aku akan batas umurku, ingatkan diriku tuk selalu sujud padaMu, serasa hati ini hilang tanpa hadirMu, bawalah aku selalu bersamaMu dalam dekapanMu …
Oh biarkanlah aku selalu berteman langit biru, tinggalkan aku disini, biarkan aku nikmati, haru biru hatiku bersama mentari yang hangatkan jiwaku ini …..
Berteman langit yang sungguh luas tiada batas, membawa riak-riak kedamaian yang terus berbekas ……
——————




Posted by eni on Oktober 13, 2009 at 3:34 am
aduuuh mbak ada apa dgn dirimu too
ada apa dengan diriku ¿? hehe … hanya puisi kok …. bagus khan puisinya ?
^_^
Posted by Yari NK on November 29, 2009 at 3:51 am
Berteman dengan langit, menandakan imajinasi dan pengetahuan yang tidak terbatas, bisa juga dapat berarti kekaguman kita pada Allah swt yang mempunyai kekuasaan yang tak terbatas….
Begitu ya mbak?
Posted by aisalwa on November 30, 2009 at 6:16 am
Bener … kok bisa bener begitu tebakannya Bung ? berteman langit membuat pikiran tidak terbelenggu pada satu masalah saja. Memandang langit juga bisa menimbulkan rasa kagum pada Sang Pencipta