Jangan Terlalu Cepat Menyatakan Juni 15, 2008
Posted by aisalwa in Jelajah, SaNtaI, renungan.trackback
Jika tidak ingin menyesal di kemudian hari …
Suatu hari, aku pulang kerja dengan naik angkutan umum. Hal yang kusenangi selain jalan kaki menuju rumah. Banyak hal yang bisa kuperoleh dari keduanya. Bisa mampir pasar sekalian belanja, bisa iseng-iseng dengar cerita iseng dari sesama penumpang, bisa kenal ma Pak Sopir ( hehe … suatu saat kalau ketemu lagi khan bisa gratis … ups gak denk, khan sama2 cari makan ), terus bisa tiba-tiba jadi komentator ulung atau pendengar ulung seseorang yang iseng curhat secara mendadak ( haha … !!! ).
Nah … saat itu, ketika mobil harus antri puannnjanngggg di jalan pasar tiba-tiba ada seseorang yang hendak naik angkutan. Mendadak semua orang yang resah dan gelisah didalam angkutan karena udara yang gerah dan macet yang agak lama, menjadi semangat dan ada sesuatu yang membuat punggung mereka lurus tidak lunglai termasuk diriku.
Dia adalah seorang wanita muda ( kira-kira usianya masih duapuluhan ), membawa sebuah tas punggung, dengan jaket dan celana yang kelihatan agak kumal, kacamata tebal bertengger diatas hidungnya, peluh keringat memenuhi wajahnya yang tanpa polesan apapun. kumalnya pakaian tidak mengurangi sorot matanya yang tajam. Entah apa yang ada didalam tasnya, kelihatan penuh dan tak kalah kumalnya dengan pakaian yang dikenakannya. Semua mata memandang padanya termasuk diriku. Namun tak sepatah kata mampu terucap atau sekedar berbasa-basi kepadanya. Agak kesusahan wanita muda itu naik angkutan namun dengan berani dan tegas dia menolak ketika ada seorang pria hendak membantu.
” Darimana Mbak ?” tanya Pria yang yang hendak menolong tadi penuh perhatian.
“ dari Malang … ” jawabnya singkat
dan … bla..bla..bla …. si Pria tadi masih saja bertanya-tanya walaupun kelihatan dengan jelas jika si Gadis agak keberatan. Dan tiba-tiba di akhir pertanyaannya, si Pria langsung memutuskan akan membayarkan ongkos untuk si Gadis.
” Tidak usah .. terimakasih .” jawabnya singkat tanpa expresi
” Gak papa nanti ma saya aja ….” ( iihhh …. pemaksaan bangetz tu … )
” Gak usah, makasih. Nanti saya bayar sendiri … ” masih dengan singkat dan tanpa expresi. Kulihat tangan si Gadis sibuk membuka tas dengan agak kesulitan. Ada sesuatu yang dicarinya. Dan … O’O … ternyata Dia mengeluarkan sebuah HP yang lumayan keren ( dibanding HP-ku yang cukup bisa dipake komunikasi dan sms doank
). Lalu Dia memutar musik instrumen yang ringan di telinga. Ehem … dan si Pria pun mendadak diam terpaku. Tak disangka, benar-benar tak disangka … dia telah salah menilai. Yup … yang ada dibenakku saat itu adalah …
bahwa si Gadis ingin menunjukkan pada semua orang dia bukanlah seseorang yang patut dikasihani dengan keadaannya yang sangat terbatas dan penampilan yang tidak meyakinkan. Dia masih mempunyai harga diri walaupun pakaian kumal dan sungguh, Dia tidak mempunyai kedua kaki ( ~_~ ). Dia manusia seperti halnya manusia yang lain.
Dan … semua tetap diam turut mendengarkan alunan musik dan menikmati perjalanan angkutan umum yang masih saja merambat perlahan. Tak sengaja aku tersenyum tipis sambil memandang si Gadis berkerudung dengan kacamata dan pakaian yang kumal. Ya !!! kumal … dan aku tahu sebabnya.
Sungguh memang Dia tidak mempunyai dua kaki dan Dia tidak perlu dikasihani.
Yang diperlukan hanyalah sikap bersahabat tanpa memandang kekurangannya.
Jangan terlalu cepat menyatakan benci atau senang terhadap sesuatu, sebab itu hanya akan membuahkan penyesalan dikemudian hari …




setuju , dipikir yang matang baru enak kali ya , kalo mentah khan ngga enak
berarti kita juga harus cepat2 mengambil tindakan untuk tidak terlalu cepat menilai sesuatu….
eh mboh denk…..( *_*
perempuan sejati………..
Oiya mbak, thanks ya udah mampir di blogku. sy link ya
dan aku terlalu lambat menyatakan
kalau aku bisa menilai mereka lebih dulu dari hatiku
Iya. Pesan moralnya bagus. Dan memang jangan menilai orang dari pakaiannya. Tapi mau bagaimana lagi karena kesan pertama yang datang biasanya dari mata dulu.
Jadi ingat, celana jeans yang sering kupakai sudah lama nggak kucuci. Nyuci pakaian dulu ah…biar nggak dikira celana jeans-ku cuma ada satu (padahal memang iya).
waaah….
kita kadang (terlalu sering) menilai seseorang dari penampilannya
hi mbak….lama ndak say hello
Salam
ha..ha.. gw suka gaya begini…Cool abis, wanita tanpa ekspresi, dingin dan tanpa polesan keliatan tegar dan mandiri tapi mempunyai “sesuatu” dan gw yakin itu… Bravo untuk gadis itu…
banyak orang lupa kadang kadang.. itulah yang sangat sayang…
*merasa pihak yang dirugikan heuheuhueheu
dari mata turun ke otak..eh kok truuun se …. naik ke otak baru turuuun ke Hati….selanjud nya terserah kamu kamu….. hehehe….yng penting positif tinking aj laaaaaahhh..