Satu Detik kedepan …. Desember 16, 2007
Posted by aisalwa in renungan.trackback
Satu detik kedepan, siapa yang akan mengetahui apa yang akan terjadi ?
Seorang teman senior, mantan KaUP, seorang yang baik hati, mau berteman dengan siapa saja, selalu ingin membuat orang lain bahagia walaupun hanya dengan seyum dan sapanya. Dia menjadi sosok ibu bagi karyawan wanita dan pelindung bagi semua karyawan dari ketidakadilan pihak manajemen yang selalu menindas hak-hak kami. Beliau yang akhirnya tersingkir karena selalu vokal menyuarakan keluh kesah dan tuntutan kami, Beliau yang diakhir masa tugasnya masih saja berusaha membuat kami semua tersenyum dengan memberikan kenang-2 an yang nilainya tak seberapa, tetapi bisa dirasakan ketulusan dan kasih sayangnya kepada kami semua. Beliau yang sudah berada jauh dari jangkauan mata kami, masih saja menyempatkan diri untuk menyapa dengan mengirim SMS dan tidak lupa menitip salam kepada teman-teman semua. Dan Beliau yang sudah membuat kami jatuh hati dan selalu mengenang kebaikannya.
Beliau yang pada hari kamis sore ketika menyaksikan insert berita pelawak terkenal Basuki ( alm ) meninggal dunia, ketika itu sempat terlontar komentar ” Tidak ada hujan tidak ada angin, Basuki bisa meninggal dunia …..” sebuah kalimat yang siapa menyangka itu akan terjadi pada diri Beliau sendiri. Mendadak sepiring nasi yang belum sempat dihabiskan terjatuh ke lantai seiring tubuhnya juga lemas tak bertenaga. Segera Beliau dilarikan ke RSI, pertolongan pertama segera dilakukan, semua keluarga menjadi tegang dan berkeringat dingin. Do’a dan harapan kesembuhan tak henti-henti diucapkan.
Namun ………
Manusia hanya bisa berharap, Alloh yang menentukan. “…….. Kullu nafsin daa’ikatul mauut ……” setiap diri pasti menjumpai mati. ” …..Innalillahi wa’inna ilaihi roji’uun …… ” hanya itu ucapan yang bisa keluar dari mulutku ketika mendengar khabar tentang beliau. Tersadar ku akan takdir ini, dan kubayangkan apa yang sudah bisa kubawa kelak jika aku menjumpainya ?
Lalu aku teringat tetang sebuah Hadist Nabi yang artinya kurang lebih seperti ini ….. ” … dan ketika anak adam telah meninggal dunia, akan kembali ketempatnya apa-apa yang mengantar dirinya kecuali tiga perkara, yaitu : Do’a anak yang sholeh, amal jariyah, dan ilmu yang bermanfaat ….“
Satu detik kedepan siapa yang akan tahu apa yang akan terjadi pada diri kita, yang bahkan tidak akan bisa mencegahnya, harta, kedudukan, jabatan, penghormatan, ataupun kebaikan hati.




tak ada yang tahu…
kecuali
Yang Maha Tahu
Ya…. yang penting adalah bagaimana setiap 1 detik yang kita lalui ini menjadi begitu berguna bagi siapapun, untuk kebaikan dunia dan amal di akhirat, sehingga tidak ada waktu kita yang terbuang sia-sia…. Itulah tantangan yang terberat……
satu detik bisa untuk membangun benteng bisa juga sebaliknya malah menghancurkan
Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.
Turut berduka cita. Umur manusia memang tidak bisa diukur dengan akal. Meskipun tanpa sakit tanpa kecelakaan, semuanya bisa saja terjadi atas izin Allah
Satu detik ke depan kita hanya berharap.
ya … 1 detik ke depan saya tidak tahu bagaimana reaksi kalian ketika membaca komentar saya ini.
bagaimanakah dengan ramalan2 yang dikatakan oleh mama loreng … e … lorent? lorentz? atau lorens? haruskah kita percayai?
ramalan joyoboyo? nostradamus? Nabi Muhammad?
salam kenal semuanya
Asl..benar…..
Bnyk beribadah, bnyk beramal, biar jadi teman pas di kuburan