jump to navigation

Sang Waktu April 2, 2008

Posted by aisalwa in renungan.
3 comments

” Demi malam apabila menutupi cahaya siang dan siang apabila terang benderang.

Demi fajar dan malam yang sepuluh

Demi waktu matahari sepenggalan naik,

dan

Demi malam apabila telah sunyi

Demi masa, sungguh manusia itu benar-benar berada dalam kerugian.”

Qs. 89: 1-30

” Tidak akan tergelincir ( binasa ) kedua kaki seorang hamba di hari kiamat, sehingga ditanyakan kepadanya empat perkara : Usianya untuk apa ia habiskan, Masa mudanya bagaimana ia pergunakan, Hartanya darimana ia dapatkan dan pada siapa ia keluarkan, serta Ilmunya dan apa-apa yang telah ia perbuat dengannya “  HR. Bazzar dan Thabrani

Seringkali dan terus berulang, kita telah melalaikan sang waktu. Segala kebaikan yang seharusnya bisa dilakukan pada saat ini seringkali kita abaikan begitu saja yang ujung-ujungnya membuahkan penyesalan yang cukup panjang.

Salah satu sifat waktu adalah cepat berlalu. Sekali berlalu maka ia tidak akan pernah kembali lagi, apalagi diganti. Oleh karena itu, waktu adalah suatu nikmat yang sangat berharga sebanding dengan nikmat sehat. Dalam dua hal itulah manusia seringkali melupakan.

” Saat ada, ia jarang sekali disadari keberadaannya, Namun saat tiada ia sesali kepergiannya. ”

Setiap penyesalan selalu tiada guna, dan suatu hal yang paling di benci oleh Alloh adalah jika kita berkata, ” Seandainya …… ( dulu aku …… ) .” Ah … bagiku berkata seandainya juga merupakan suatu hal yang tidak Gentle. Hadapi kenyataan sekarang, karena sekarang adalah buah dari resiko perbuatan di masa lalu. Hadapi dengan penuh tanggung jawab sehingga tidak akan membuahkan penyesalan lagi kelak di masa depan.

Ada tiga golongan masa yang merupakan jatah kita dalam melampaui 24 jam setiap harinya, yaitu :

Masa lalu,  Masa ini adalah masa kenangan yang merupakan bagian kehidupan yang pernah kita jalani, merupakan mata rantai masa kini dan masa mendatang. Kehidupan masa lalu merupakan cermin dalam menentukan gerak langkah di masa depan. Waktu seperti busur panah yang dibentangkan ke satu titik sasaran, dan mustahil busur panah berbalik arah kepada pengendali.

Masa kini, adalah kenyataan. Kerinduan keberhasilan di masa depan tidak akan bisa di raih jika di masa ini kita tidak berbuat maksimal dan sungguh-sungguh. Maka jadikan hari ini adalah hari yang selalu dipenuhi dengan kebaikan dan kesungguhan.

Masa Depan, adalah masa-masa merasakan hasil dari masa kini. Waktu adalah mata rantai dari masa kini dan masa mendatang. Ini bisa memberikan makna bahwa waktu merupakan siklus yang saling terkait antara yang satu denga yang lainnya. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok, ” ……. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui ( dengan pasti ) apa yang akan diusahakannya besok ” Qs. 31:34

 Tidak terbit fajar suatu hari, kecuali dia berseru

” Putra-putri Adam,aku waktu

aku ciptaan baru yang menjadi saksi usahamu

Gunakan aku karena aku tidak akan kembali lagi sampai hari kiamat “

===Malik Bin Nabi dalan syuruth An-nahdhah===

*******

Waktu adalah sungai yang mengalir ke seluruh penjuru sejak dahuku kala, melintasi pulau, kota dan desa

membangkitkan semangat atau meninabobokan manusia

Ia diam seribu bahasa,

sampai-sampai manusia tidak menyadari kehadiran waktu

dan melupakan nilainya

walaupun segala sesuatu ( selain Alloh ) tidak akan mampu melepaskan dir darinya

=== Lanjut Malik Bin Nabi ===

******

***

*

 

 

 

Kalimat Indah Maret 24, 2008

Posted by aisalwa in renungan.
1 comment so far

Suatu hari dengan udara yang terasa panas, yang tanggal di kalender sudah memasuki masa-masa krisis untuk benar-benar berhemat. Yang hari itu ternyata anak-anak tidak mau tahu keadaan Ibunya. Harap maklum sebab mereka masih anak-anak, masanya bagi mereka untuk selalu gembira tidak usah memikirkan segala keruwetan kehidupan yang selalu dibayangi oleh melambungnya harga-harga kebutuhan pokok.

Suatu hari yang kebetulan anak-anak selalu minta uang jajan. Tidak seperti biasanya mereka bisa menjadi anak-anak yang manis yang bisa diajak kompromi. Tidak perlu aku cari tahu alasannya, sebab mereka sekali lagi masih anak-anak. Pagi hari, oke …… wajar uang jajan selagi sekolah. Siang, kurasa perut sudah kenyang dengan makan nasi yang sudah kuusahakan empat sehat, tetapi …… mengapa mereka bergantian merengek minta uang untuk beli jajan lagi ? ( pertanyaan yang tidak bermaksud mencari tahu alasan ). Lalu kuberi mereka sekedarnya. Dengan gembira merekapun berlarian menghilang dari hadapanku. Sepi ……

Masih asyik menikmati sepi, tiba-tiba anak-anak datang berhamburan dengan wajah yang tidak enak dipandang mata. Bersungut-sungut satu sama lain. Eh ….. eh …. ada apa ini ? Rupanya mereka membeli kue yang tidak sama sehingga menimbulkan yang lain saling ingin merasakan ( dasar anak-anak, kenapa mereka lupa kalau selalu harus berbagi biar sama rasa sama rata ? ). Dan tiba-tiba mereka minta uang jajan lagi dimulai dari yang kecil, merengek,  sebab ingin beli seperti punya kakaknya. Diikuti yang nomor dua, dan tak ketinggalan yang nomor satu dengan wajah melas tak mau kalah dengan adiknya. Setelah terdiam beberapa saat untuk berpikir ( diberi atau tidak ), akhirnya kuberi mereka sekedarnya ( lagi …. ) di tambah dengan beberapa nasihat untuk tidak lagi bertengkar dan mengingatkan untuk berbagi sama rata sama rasa. Dan senyum merekapun mengembang ………

Sore hari, adalah waktu bagi anak-anak untuk ngaji caberawit. Kulihat jarum jam sudah mepet sekali, tetapi mengapa mereka tak segera bersiap-siap untuk berangkat ? Dan ketika kuingatkan, eh …. eh ……. mereka malah minta uang lagi untuk uang saku ngaji. AstaQfirulloh …….. kenapa kesabaranku tiba-tiba tidak bisa dikendalikan ? Dengan suara keras aku menasihati mereka betapa pentingnya mengaji, betapa beruntungnya mereka bisa mengaji di aula yang dekat rumah, betapa pentingnya segera berangkat dengan hati gembira. Eh ….. ini malah minta uang lagi, mengapa hanya jajan dan jajan yang mereka pikirkan hari ini ? Padahal makan sudah, dirumah juga sudah disediakan kue-kue kering, ada apa hari ini dengan mereka ? Oke !!!! kucoba turuti kemauan mereka, kuberi mereka sekedarnya dan segera kusuruh bersiap-siap untuk berangkat mengaji. Dengan wajah marah dan suara yang cukup keras aku perintahkan mereka untuk segera berangkat. ( Marah adalah hal yang sangat kubenci, sehingga ketika rasa amarah itu datang maka sesaklah hati ini ).

Dengan perlahan mereka-pun beranjak meninggalkan diriku. Tidak lupa mengambil tanganku dan menciumnya, lalu salam-pun tak lupa mereka ucapkan. sepi ……………………….

Beberapa saat tiba-tiba si nomor satu balik lagi sambil memanggilku,

” Ibu ……. ” katanya singkat

sebab langsung aku putus dengan pertanyaan,

” Apa ???? minta uang lagi ????? ” jawabku masih dengan marah

Dan tahukah sobat apa yang kemudian dia katakan ?

” ALHAMDULILLAHIJAZAKILLAHUKHOIRO ………………. “

Katanya dengan perlahan dan senyum tersungging tipis di bibirnya

” ASSALAMU’ALAIKUM ………….. “

Katanya lagi sambil cepat-cepat berbalik badan dan berlari

Tak kuasa air mata kubendung

jatuh menetes semakin deras ketika kulihat dua wajah adiknya menyembul sambil tersenyum lebar dan bersamaan merekapun mengucapkan syukur kepadaku untuk uang jajan yang sekedarnya yang telah kuberikan dengan berat hati tadi ……….

Sekali lagi kudengar kalimat indah dari anak-anakku

” ALHAMDULILLAHIJAZAKILLAHUKHOIRO …… “

” ASSALAMU’ALAIKUM …………. “

Dan ….. akupun tersenyum

:)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

VideO Asyik untuk YangLagiJenuh Maret 9, 2008

Posted by aisalwa in AlteRnAtIv, Jelajah, SaNtaI, renungan.
6 comments

Judul : Dungo     vokal by : Sodik    Lirik by : Mr.Bon X

Surprise dari Sodik, ada sebuah lagu dengan syair jawa asli nan halus dengan lirik yang begitu menyentuh hati. Didalamnya penuh dengan kata-kata doa yaitu harapan yang hanya diTujukan kepada Alloh Swt.  Sosok Sodik adalah salah satu anggota grup palapa ( group musik dangdut dari Jawa Timur ) yang dengan suara dan penampilannya yang khas akhirnya mampu mensejajarkan dirinya dengan penyanyi ibukota ( menurutku loh ….. tapi benar gak kalah kok ama penyanyi ibukota yang sudah terkenal beberapa tahun yang mendahului Sodik ). Dalam album The Best of Sodik, semua lagu diwarnai dengan lirik yang berbahasa jawa dengan musik modern kontemporer. Dan …… ketika kusimak semua lagu-lagunya yang full rancak dan gembira, ada satu lagu yang bisa membuat adem ati dan pikiran. Coba simak deh di link berikut ini     :

http://www.youtube.com/watch?v=pgLOIFX8KV8

Oke ……. selamat menikmati     :D

Oh ya satu lagi, nih video aku sendiri loh yang upload ( hehe ……. promosi nih yeeee …… :P  )

Resetter Printer Epson Gratis Februari 17, 2008

Posted by aisalwa in AlteRnAtIv, Jelajah.
21 comments

Printer ( Epson ) anda pernah tiba-tiba tidak bisa digunakan ?

Punyaku pernah seperti itu …… ketika akan digunakan untuk nge-print hasil editan foto, lah malah lampunya kedip-kedip nyala terus gak respon ma perintah print dari PC. Pada awalnya kucoba mereset manual dengan cara :

- Mencabut kabel power printer, lalu tekan tombol power ‘on’ printer yang masih di tahan bersamaan dengan memasang kembali kabel power ( yang tersambung dengan listrik ).

Aku gunakan cara itu berkali-kali, tetapi printer tetap aja ngadat gak mau jalan. Terpaksa deh nih printer harus dibawa ke tukang servis. Ugh …. males sebenarnya ( keluar ongkos lagi deh ) selain jauhnya yang menyita waktu dan tenaga.

Eh, ada gak ya program resetter gratis yang bisa didapat di inet ?

browsing …….browsing …….’n browsing …….

Ternyata ada !!!! Khusus untuk printer epson segala type, software-nya bisa di DownLoad disini  ======> http://www.ssclg.com/epsone.shtml/

Setelah DownLoad selesai lalu install sekalian dan reset ulang printer-pun bisa dilakukan. Pastikan printer dalam keadaan On ketika melakukan reset.

Oh iya, untuk melakukan reset jangan lupa pilih icon extra lalu next, maka biarkan software yang bekerja. Ketika printer telah normal lagi, tentu belum bisa digunakan langsung karena saat itu tinta mengalami penurunan ( untuk pemakaian tinta suntik ), untuk ini maka bisa dilakukan headcleaning sampai beberapa kali sampai tinta benar-benar masuk. So …. Printer telah di reset ulang dengan gratis dan bisa digunakan kembali.

GoodLuck !!!

Ada ide lain ?  Silahkan berbagi ……..   ;)

 

 

 

 

 

 

Menanti Yang Tak Pasti Februari 11, 2008

Posted by aisalwa in AlteRnAtIv, SaNtaI, renungan.
4 comments

Heboh khabar tentang adanya kunjungan KaDivre ke STO tempatku bekerja, mulai kemarin lusa yang di dahului dengan adanya kunjungan para pengurus, lalu esoknya pak Deputy bersama asisten, lalu hari ini yang mulai pagi para karyawan sudah siap mental dan spiritual akan menyambut kedatangan Bapak Pimpinan Tertinggi di perusahaan.

Yang paling sibuk terlihat mondar-mandir adalah pak Adit, cs di kantorku. Beliau usianya sudah tua, tetapi fisiknya masih terlihat muda dan kuat.  Aku lihat beliau hilir mudik membawa sapu dan lap kaca. Lalu naik turun V Klip untuk membersihkan kaca-kaca yang letaknya jauh dari jangkauan tangan. Terimakasih Pak Adit, tidak banyak yang memperhatikan pekerjaanmu ini, tetapi sesungguhnya engkau dibutuhkan mulai karyawan dengan tingkat paling rendah sampai yang tinggi. Jika tidak ada engkau siapa yang mau membersihkan kantor yang lumayan besar ini ya ? masak aku …….. ( hehe )

Teman-teman aku lihat sangat semangat hari ini, tiba-tiba saja banyak hal yang bisa di kerjakan oleh mereka. Bahkan hal-hal sepele yang biasanya mereka abaikan ( seperti contoh tidak mau mungut sampah kertas yang jatuh tidak sengaja ), tiba-tiba menjadi penting tuh sampah, mereka berebut mengambil dan membuang ke tempat sampah ( hihi …. norak ya ). Harap maklum, mau kedatangan tamu penting nehhh …

Pagi berganti menjadi siang, jam istirahat sebenarnya, tetapi kantor nampak masih ramai, sepertinya tidak ada yang mood untuk makan siang, ( Lagi diet terkena sindrom demam tamu agung ). Lalu, menjelang sore dan Maghrib-pun telah tiba. Tidak sabar, satu persatu dari mereka pun pamitan untuk pulang. Tamu yang dinanti tidak kunjung datang, Merdeka !!!! mereka pulang dengan lega dan tidak ada yang perlu di sesali untuk yang telah dilakukan hari ini. Sudah menjadi kewajiban bagiku untuk menjalankan ibadah dimana saat itu hati dan pikiranku menjadi sangat tenang ….. tenang ……

” Kalau mau sholat cepat mbak sebelum tamunya datang ….. ” sempat terdengar celetukan kepala bagian sebelum beliau pamitan pulang juga.

” iya pak, lagipula tamunya juga pasti masih sholat dalam perjalanan …. ” jawabku sambil setengah guyon.

Ehm …… Maghrib-pun bergulir menuju isya’, Tamu yang ditunggu tidak datang juga. Biarlah mau datang apa tidak, yang penting pekerjaanku selesai.

Sobat,  sempat terlintas dalam pikiranku. Seandainya yang ditunggu itu adalah saat dimana terompet pertanda kehidupan diakhiri. Masihkah terpikir oleh kita untuk selalu giat dalam menjalani hari-hari penantian tersebut ? Masihkah kita takut untuk meninggalkan kursi dan komputer untuk menyempatkan diri beribadah barang sejenak ?

Sedangkan diri, harta, jabatan, kedudukan, adalah sesuatu hal yang dipinjamkan oleh Alloh kepada kita, dan kehidupan dunia adalah kesenangan sementara yang  bersifat menipu.

PascA SakiT Februari 8, 2008

Posted by aisalwa in AlteRnAtIv, renungan.
4 comments

Ouw … ternyata aku juga bisa sakit !!!!

Setelah beberapa lama tak pernah mengambil cuti dari kerja, akhirnya, mulai tanggal 25 januari kemarin ampe hari ini sebagai hari pertama aku masuk kerja, aku merasakan sakit. Nggreges ( kata orang jawa ), pilek, batuk, kepala pening, gak ada nafsu makan, lemes, jadi serasa manusia tak berguna. Tidak banyak yang bisa aku kerjakan ketika sakit, dan hati ini ternyata menjadi sangat sensitif sekali   ( kata penyangatnya dobel-dobel ). Ugh ….. inginnya marah-marah aja. Apalagi ketika ku sakit, tiba-tiba semua orang yang biasanya dekat dan perhatian menjadi serba cuek dan sepertinya lupa kalau aku ada ( kasihan deh dirikoe ….. atau perasaanku aja ya ).

Ketika aku merasakan sakit, saat itu aku menjadi lupa kalau seharusnya aku  mesti bersabar dan banyak istiQfar. Ingat-ingatnya hanya ketika sampai puncaknya aku merasa sangat sedih dan sepi.

Ternyata sangat tidak enak ya, dan kini kurasakan betapa SEHAT adalah nikmat yang benar-benar mesti di syukuri dan selalu diminta. Selalu dan selalu. 

Sobat, menyedihkan jika kita terkena musibah sakit. Tapi tentu untung tak dapat di raih, dan malang tak dapat ditolak. Apapun, jika sakit t’lah terlanjur menyapa kita apa boleh buat ? Barangkali dengan sakit itu, dapat menjadi penebus dosa-dosa kecil kita dengan catatan kita harus ikhlas. Ehem …. jadi menggurui. Iya, suer memang seperti itu kok.  

Dan hari ini, pasca sakit, aku menjadi seperti pegawai baru lagi di kantorku. semua pekerjaan yang selama 12 hari kutinggakan jadi serasa aneh deh, kagok sekali. Ampe perlu penyesuaian barang beberapa jam, kebawa badan yang masih lelet kali ya. Perlu pemanasan neh …… ambil nafas panjangggggg ……… SEMANGAT !!!!!!

Satu Detik kedepan …. Desember 16, 2007

Posted by aisalwa in renungan.
8 comments

Satu detik kedepan, siapa yang akan mengetahui apa yang akan terjadi ?

Seorang teman senior, mantan KaUP, seorang yang baik hati, mau berteman dengan siapa saja, selalu ingin membuat orang lain bahagia walaupun hanya dengan seyum dan sapanya.  Dia menjadi sosok ibu bagi karyawan wanita dan pelindung bagi semua karyawan dari ketidakadilan pihak manajemen yang selalu menindas hak-hak kami. Beliau yang akhirnya tersingkir karena selalu vokal menyuarakan keluh kesah dan tuntutan kami, Beliau yang diakhir masa tugasnya masih saja berusaha membuat kami semua tersenyum dengan memberikan kenang-2 an yang nilainya tak seberapa, tetapi bisa dirasakan ketulusan dan kasih sayangnya kepada kami semua. Beliau yang sudah berada jauh dari jangkauan mata kami, masih saja menyempatkan diri untuk menyapa dengan mengirim SMS dan tidak lupa menitip salam kepada teman-teman semua. Dan Beliau yang sudah membuat kami jatuh hati dan selalu mengenang kebaikannya.

Beliau yang pada hari kamis sore ketika menyaksikan insert berita pelawak terkenal Basuki ( alm ) meninggal dunia, ketika itu sempat terlontar komentar ” Tidak ada hujan tidak ada angin, Basuki bisa meninggal dunia …..” sebuah kalimat yang siapa menyangka itu akan terjadi pada diri Beliau sendiri. Mendadak sepiring nasi yang belum sempat dihabiskan terjatuh ke lantai seiring tubuhnya juga lemas tak bertenaga. Segera Beliau dilarikan ke RSI, pertolongan pertama segera dilakukan, semua keluarga menjadi tegang dan berkeringat dingin. Do’a dan harapan kesembuhan tak henti-henti diucapkan.

Namun ………

Manusia hanya bisa berharap, Alloh yang menentukan. “…….. Kullu nafsin daa’ikatul mauut ……”  setiap diri pasti menjumpai mati. ” …..Innalillahi wa’inna ilaihi roji’uun …… ” hanya itu ucapan yang bisa keluar dari mulutku ketika mendengar khabar tentang beliau. Tersadar ku akan takdir ini, dan kubayangkan apa yang sudah bisa kubawa kelak jika aku menjumpainya ?

Lalu aku teringat tetang sebuah Hadist Nabi yang artinya kurang lebih seperti ini …..          ” … dan ketika anak adam telah meninggal dunia, akan kembali ketempatnya apa-apa yang mengantar dirinya kecuali tiga perkara, yaitu :  Do’a anak yang sholeh, amal jariyah, dan ilmu yang bermanfaat ….

 

Satu detik kedepan siapa yang akan tahu apa yang akan terjadi pada diri kita, yang bahkan tidak akan bisa mencegahnya, harta, kedudukan, jabatan, penghormatan, ataupun kebaikan hati.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengingat 1 Desember …… Desember 2, 2007

Posted by aisalwa in SeHaT, renungan.
add a comment

1 Desember ……

Sore ini salah seorang teman mengabarkan kalau Dia sedang turut serta dalam acara memperingati hari AIDS sedunia.  Jadi teringat neh dengan penyakit yang cukup kejam menyerang antibodi manusia karena sebab yang sudah jelas dilakukan.

AstaQfirullah ………  semoga kita semua terhindar dari sakit yang demikian itu, amin.

AIDS, sejak ditemukannya pada tahun 1981 ketika seorang homoseksual mengalami penurunan daya tahan tubuh secara cepat dan drastis, yang lalu penyakit yang dideritanya tersebut di diagnosis sebagai virus baru yang diberi nama HIV, telah dilakukan kampanye untuk menghindari virus tersebut. Namun sudah berapa lama ya hal itu dilakukan sampai sekarang, tetapi hasilnya mengapa justru menambah deretan korban baru ? ehm ……. adakah sistemnya ataukah Human-nya yang mengalami error ?

Pada awal-awal dilakukannya kampanye, sepertinya telah salah memberikan solusi untuk menghindari virus HIV. Masak solusi yang diberikan justru menjerumuskan dan memberi kesempatan untuk tetap melakukan hubungan seksual diluar nikah dengan aman, ” Pakailah Kondom !!”   :(   Mana bisa itu dijadikan solusi ?? Pada awal adanya virus HIV, mereka yg berkebiasaan melakukan hubungan bebas menjadi takut untuk melakukannya, eh …… begitu ada solusi seperti tersebut diatas, berbondong-bondonglah mereka memborong kondom. Bahkan yang lebih gila lagi, pernah dengar tuh ada ide kondom bisa didapatkan lewat mesin ATM !!!   Ugh …….. bencana apa yang akan menimpa kita semua ya ?

Setelah berbagai macam slogan digaungkan untuk memberantas AIDS, maka kalau gak salah sudah dua tahun ini ya slogan dengan tema Kepemimpinan dipakai. Yup, apa-apa yang terjadi pada masyarakat, para pemimpin punya peranan yang sangat besar. Ketegasan mereka dalam memberantas AIDS harus benar-benar diterapkan. Ketegasan yang bagaimana itu ?  yang jelas tidak memberikan solusi yang salah lagi. Dan menurutku yang paling bisa dijadikan jalan keluar adalah dengan cara  memperkaya ruhani mereka, banyak dilakukan diskusi keagamaan, diceritakan khabar dari Al-Qur’an tentang surga dan neraka, diberi semangat untuk kembali menjernihkan otak dari nafsu yang nikmatnya hanya sesaat tetapi berakibat fatal selamanya.

Peran pemimpin dalam keluarga juga sangat penting. Kepedulian dan didikan dalam rumah tangga sangat mempengaruhi perilaku seseorang. Terutama anak-anak muda yang baru beranjak remaja, dimana masa mereka adalah masa-masa mencari sosok idola yang sekarang ini mudah sekali mendapatkannya. Telah banyak pula tersedia media yang memudahkan mereka mengakses hal-hal yang berbau parno. Sekali mencoba maka akan membuat ketagihan, kecuali mereka mempunyai prinsip agama yang mantap.

Teringat neh dengan anak-anakku dirumah, semoga aku bisa membimbing mereka tetap dalam jalan Alloh Swt, amin.

Bawalah hati dan pikiran kemana saja, Namun percayalah tanpa AGAMA hidup adalah kehampaan ………

 

 

 

 

 

ALIRAN ….. (*sesat atau benar ) ? Nopember 25, 2007

Posted by aisalwa in renungan.
1 comment so far

Yang sesat itu menyesatkan, lalu yang benar itu menyejukkan

Dari siapa dan untuk siapa itu ditujukan ?

Akhir-akhir ini marak sekali diberitakan adanya aliran baru dalam agama Islam, dan kebanyakan yang baru itu dikategorikan aliran sesat. Lalu beramai-ramai masyarakat mencibir dan berusaha menghancurkan secara fisik dan material. Dengan penuh emosi dan semangat menggebu-nggebu tanpa haluan. Lalu pemimpin yang tertangkap dikeler diserahkan ke Polisi lalu diadili ( itu masih untung ), ada juga yang begitu tertangkap mereka langsung mengadakan pengadilan massa. iihhh …… dilakukan penyiksaan secara brutal dan sadis.

Lalu siapa yang sesat ?

Fenomena dalam masyarakat yang mudah sekali tersulut emosinya, banyak dimanfaatkan oleh golongan atau negara tertentu untuk memecah belah. Lalu apakah masyarakat Indonesia saat ini juga sedang berada dalam kesesatan ? Dalam kenyataannya, kesesatan aQidah, moral, ekonomi, budaya dan adat kebiasaan tengah melanda mayoritas masyarakat Indonesia. Para pemimpin, wakil rakyat, politikus atau apalah namanya, mereka juga dalam kesesatan ( karena banyak omong sedikit bekerja, kalaupun sedikit bekerja banyak omong itu mereka lakukan agar tidak diketahui publik kalau yang sedang mereka kerjakan adalah demi kesenangan mereka sendiri …. Welehhh)

Kalau akhir-akhir ini ternyata ditemui adanya aliran agama yang dianggap sesat ( karena menyebutkan dalam agamanya ada nabi baru ===> memang jelas salah sebab bertentangan dengan isi Al’Quran dan Hadist Nabi Muhammad Saw. ) maka yang bertanggung jawab dalam hal ini adalah MUI  dan Organisasi Islam. Bisa dilakukan melalui pendekatan dan pencerahan, juga kepada masyarakat supaya dihimbau agar tidak melakukan pengadilan massa.

Yang sesat itu menyesatkan, jangan sampai kita terjerumus dalam kesesatan. Tetap berpegang teguh pada Al’Quran dan Sunnah Nabi Muhammad Saw.

 

                                   

 

 

 

Mengapa Harus Menangis ? Oktober 30, 2007

Posted by aisalwa in renungan.
5 comments

where-smile.jpg 

Mengapa wanita begitu mudah menangis ?

Ketika hati merasa bahagia, ketika sedih, dan ketika marah ?

Sampai saat ini-pun aku belum tahu jawabnya, jawaban secara konkrit dan jelas memang tidak terdapat dalam kamus manapun. Ketika kutanyakan pada beberapa teman, bermacam-macam jawaban yang mereka buat.  Ada yang konyol sekali jawabannya, katanya karena punya mata. Ugh ….. bukankah para pria juga punya mata ? Terus ada lagi yang menjawab karena wanita adalah mahluk yang lemah, yeee emang wanita selalu lemah ya ? enak aja !!! Lalu ada satu yang cukup masuk akal, yaitu karena wanita adalah makhluk yang lemah lembut, ketika dia marah maka yg keluar bukanlah kata-kata kasar tetapi air mata. Terus Dia cerita kalo pernah menunggui seorang ibu yang sedang melahirkan, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata betapa perjuangan yang telah dilakukan. Berarti Wanita itu begitu kuat ya ???

Ini bukan membicarakan diriku sebagai seorang Wanita. Ini hanya sebuah pemikiran yang kulakukan secara global dan obyektif. ( Merendahkan diri nehh …. :)  )

Ketika seorang anak bertanya pada Ibunya, ” kenapa Bunda menangis ? ” maka si Ibu pun hanya menjawab, ” Karena Bunda butuh menangis, dan kau tidak akan pernah mengerti .”

Betapa Alloh Maha Adil dan Maha Mulia yang telah menciptakan seorang Wanita lengkap dengan dua bahu yang siap memikul segala beban kehidupan, segala rasa sakit yang tak pernah dirasakan oleh kaum Pria, Namun diciptakan pula kepadanya kedua lengan yang amat sangat lembut untuk memeluk dan membelai orang-orang yang dikasihi.

Betapa Alloh karuniakan kepada makhluk ini kekuatan bathiniah yang luar biasa, ketika menanggungkan pedihnya melahirkan anak yang tak jarang setelah dibesarkan dengan kasih sayang lalu pergi mengabaikannya.

Betapa tegar seorang Wanita ketika mendapat cobaan yang besar yang justru lebih mudah ketika seseorang bertahan dan berjuang dalam peperangan.  Ketegarannya bisa dilihat ketika dia tidak merasakan rasa lelah dalam kejenuhan dan tidak berkeluh kesah dalam kekurangan.

Seorang wanita selalu indah dalam kelembutan dan kepekaan hati untuk mencintai orang-orang yang harus dicintai dalam setiap keadaan.

Seorang Wanita adalah simbol kekuatan dan kelembutan, Akhirnya Alloh karuniakan padanya air mata yang bisa digunakan setiap saat Dia membutuhkan. Dia tidak memerlukan alasan dan penjelasan karena air mata itu adalah miliknya. 

Bahkan karena kuat dan tegarnya dia, ketika menangispun lebih banyak tidak ada orang lain yang mengetahuinya. Hanya kepada sang Pencipta, Alloh Swt. Ia curahkan air matanya.

Mata seorang wanita yang selalu digunakan menangis dalam perjuangan hidup dan Agama adalah sumber kecantikannya.

Lalu ketika seorang anak bertanya pada Ibunya, ” Mengapa Bunda menangis ?” maka jawabannya adalah begitu panjang tak teruraikan dengan kata-kata, dan suatu saat sikecil-pun akan mengerti dengan sendirinya atau bahkan tidak pernah mengerti …….