Feeds:
Tulisan
Komentar

PortraiT seekor BuRunG

Senyum optimis Senja ….

ketika senja telah tiba, siapa

yang hendak bisa menolak.

Ketika senja berkabut gelap, siapa          pula      yang bisa menyibaknya.

Ketika daya tiada lagi sekuat                      semangat

maka siapa pula yang bisa dijadikan

tempat sambat.

Tajam matamu setajam hatimuSenja ….

Ketika senja telah tiba, diriku tak ubahnya bagai seekor burung

terbang kesana kemari, untuk sesuap nasi.

Sesuap nasi penyangga fisik yang tiada lagi bisa berbuat lebih.

Hanya harapan dan optimisme, bahwa Alloh tidak tidur.

Hidupku sudah tidak terlalu panjang jika hanya memikirkan duniawi,

dan aku pun tidak lagi menyesal, karena dahulu aku telah cukup berbuat.

Sinar wajahmu ....Selalu rendah hati

Senja ….

ketika telah tiba,

saatnya diri untuk instropeksi

sebelum menghadap IllahiRobbi

|||||||

||||

*

Satu waktu ada kalanya aku berada dalam keadaan yang sungguh menyenangkan, seakan-akan aku enggan untuk membiarkan pergi dan terus ingin mendekapnya. Namun apa daya diri ini, karena itu ternyata bukanlah mutlak milikku. Ada dzat yang lebih berhak atas kesenanganku itu. Entah hari ini atau esok, entah sekarang atau nanti, meninggalkan atau ditinggalkan. Semua rasanya adalah sama.

Seperti pohon pisang, tumbuh terus tumbuh lalu berbuah, setelah itu mati seakan tidak pernah ada. Atau seperti mentari, yang terbit di pagi hari lalu hilang di sore hari, atau seperti pertemanan, persahabatan, sehat dan sakit, kaya dan miskin, cinta dan sayang. Kebanggaan akan harta, jabatan, kecantikan, dan segala sesuatu yang sifatnya kebendaan. Apalah gunanya jika akhirnya semua itu yang lebih berhak berkehendak atasnya.

Kita ini hanyalah seorang kafilah yang diberi kesempatan untuk berjalan di atas bumi dengan dibekali sesuatu yang akan bisa membuat selalu bersemangat mencapai tujuan. Apa yang kita butuhkan selalu disediakan olehNYA, kita diberi …. dan sungguh naif jika merasa berat untuk melepaskan. Kita dipinjami …. dan sungguh malu jika tidak ikhlas untuk mengembalikan. Semua ini hanyalah titipan. semua ini hanyalah titipan….

~_~

Siang berganti malam, ada gelap ada terang, ada merah kuning hijau ataupun hitam. Tak peduli seberapa hari ini kau berikan hatimu untuknya, tak peduli rasa apa yang akan tertinggal kelak, tak peduli buah apa yang akan terpetik pada akhirnya, tak peduli apapun itu ….. sebab ada satu yang lebih penting … yaitu kebahagiaan …. jika yang meninggalkan atau yang ditinggalkan adalah senantiasa dalam keimanan. Kebahagiaan …. jika …. pada ending kisah, yang menjadi kecintaan dan kesayangan kita adalah ….. tetap dalam kecintaan kepada Yang Maha Pencipta.

S0re ini …. mentari memang akan menghilang …. tetapi sinarnya akan indah terpantul kepada sang rembulan. Sore ini mungkin aku akan kehilangan sapa seorang sahabat yang kusayang, namun indahnya kenangan akan selalu menghias dalam sanubari.

Setelah ini mungkin aku akan terlelap dalam mimpi abadi, namun aku ingin jejak langkah kakiku bisa memberikan keindahan pada bibit-bibit tanaman yang telah kutanam hingga aku bisa tertidur dalam senyum seperti tidurnya pengantin baru.

Barokallohu laka …..

 

::*::

Sharing File

Sudah lama aku merasakan banyak keuntungan dengan adanya Internet. Banyak hal yang kurasakan sebagai keajaiban dalam hidup .  Dengan adanya inet, yang pada awalnya aku tidak tahu menjadi tahu, yang pada awalnya merasa sendiri ketika di dalam ruangan kerja, menjadi serasa punya teman banyak. Ketika suatu saat aku menemukan satu kata yang aneh, maka dengan bantuan inet aku mendapat penjabaran dengan beraneka ragam sudut pandang.  Wawasanku menjadi sedikit bertambah,  yang ternyata juga mempengaruhi cara dan sikapku memandang sesuatu hal.

Hingga suatu hari aku berpikir, mengapa inet menjadi begitu penting dan berarti di era sekarang ? jika di samakan dengan manusia maka ada seseorang yang menjadi begitu istimewa dan selalu memenuhi imajinasi semua orang di sekitarnya.  Seseorang yang menjadi sumber untuk menjawab segala pertanyaan, mencari yang kita butuhkan, tempat segala curahan perasaan, dan Seseorang yang menjadi tumpuan harapan ketika sedang putus asa terlilit hutang ( hehe …. bisa melakukan penipuan dengan tameng si kantung ajaib ini). 

Seperti halnya kehidupan nyata, maka kehidupan mayapun harus di jalani dengan hati-hati dan digunakan dengan cara yang bijak kalau tidak mau tersesat. Segala sesuatu yang sudah memberikan kenikmatan dan kepuasan adalah bisa menjadi candu. Jadi … pilih ..pilih …dipilih … mana yang layak dijadikan candu dan mana yang tidak layak.

Huaaahhh ….. kok jadi sok menggurui begini sih. Ah gak papa, anggap aja itu preambule sebelum masuk kedalam isi yang sesuai dengan judul tulisan ini.

Internet dan Manusia, secanggih dan sekomplit apapun tetaplah hanya benda yang tidak bisa menyediakan keperluan kita dengan sendirinya, karena mereka berdua bukanlah Tuhan. Kantung ajaib ini tidak akan menjadi ajaib tanpa adanya saling berbagi.  Berbagi yang terjadi diantara pengguna inet itu sendiri. Istilah kerennya SHARING FILE.

Beruntung kita bisa menemukan yang kita butuhkan didalam kantung ajaib, beruntung ada orang yang mau berbagi tentang yang kita butuhkan, seandainya orang itu mempunyai jiwa yang pelit, maka tidak akan ada file yang dia sharing untuk bisa kita nikmati. Ketika kita berbagi kue, maka kue milik kita akan berkurang, tetapi kebahagiaan bisa berbagi akan menjadi kepuasan dalam hati yang tidak akan pernah hilang. Ketika kita berbagi uang, maka uang kitapun akan berkurang, saat itu mungkin akan ada rasa bahagia atau pula akan ada rasa dongkol. Lain halnya ketika kita telah berbagi Ilmu, apalagi ketika Ilmu itu adalah manfaat bagi yang membutuhkan. Kadangkala ilmu atau file yang kita punya seakan tidak banyak orang yang akan memanfaatkan dan mencarinya. Tetapi apa salahnya tetap sharing, sebab suatu saat segala sesuatu yang kecil akan menjadi besar dan yang remeh akan menjadi suatu yang sangat penting. Suatu saat yang kecil dan remeh itu akan  menemukan seseorang yang menjadikannya sangat besar dan penting dalam hidupnya. Berbagi Ilmu tidak akan menjadikan ilmu yang kita punyai berkurang, justru akan menjadi bertambah karena ketika berbagi ilmu, maka kita akan mendapatkan feedback atau masukan dari yang lain. Diibaratkan pisau, semakin sering digunakan maka semakin tidak mudah berkarat dan tumpul. Justru akan semakin tajam dan selalu dicari untuk digunakan sehari-hari.

So … Teman-teman. Tetaplah berbagi … dan sharing file, karena berbagi itu takkan pernah rugi. Ilmu yang manfaat adalah Ilmu yang barokah, tidakkah senang jika tidak ada lagi yang bisa mengantarkan dan berdiam menyertai kita dalam liang lahat, maka Ilmu yang manfaatlah yang bisa menemani diri ini.

 

║║║

 

Berteman Langit

Berlari-lari diriku, berteman hembusan angin yang menyapa lembut belai rambutku, di bawah hangatnya mentari yang ramah menyapaku, di payungi naungan birunya langit yang tersenyum padaku, ku basuh peluh keringat yang membasahi tubuhku ….

Tersadar aku akan batas umurku, ingatkan diriku tuk selalu sujud padaMu, serasa hati ini hilang tanpa hadirMu, bawalah aku selalu bersamaMu dalam dekapanMu …

Oh biarkanlah aku selalu berteman langit biru, tinggalkan aku disini, biarkan aku nikmati, haru biru hatiku bersama  mentari yang hangatkan jiwaku ini …..

Berteman langit yang sungguh luas tiada batas, membawa riak-riak kedamaian yang terus berbekas ……

 

 

 

 

——————

 

 

Selayaknya ketika hendak menyambut bulan suci Ramadhan, membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan. Dosa-dosa kita kepada Alloh maupun kesalahan-kesalahan kepada sesama manusia.

Didalam Bulan suci Ramadhan, adalah saatnya mendekatkan diri memohon ampunan, berdo’a sebanyak-banyaknya, dan belajar tulus ikhlas mengerjakan segala perintahNYA dan menjauhi segala larangnNYA.

Hari ini insya’Alloh adalah hari terakhir dalam Ramadhan tahun ini. Segala puji kehadiratMu Ya Alloh … aku telah merasakan nikmat yang sungguh luar biasa ini … aku berharap agar di tahun depan masih menjumpai bulan Suci ini . Amiiin …

Esok adalah satu hari ketika manusia dilahirkan kembali, setelah melewati  masa-masa ujian yang penuh kenikmatan.

Esok adalah satu hari yang mengawali langkah kita menuju tahun yang baru, melewati hari-hari yang masih akan banyak cobaan dan ujian ketakwa’an kita kepada Alloh.

Esok adalah satu hari yang memberi pelajaran bagi kita untuk menyambung kembali rasa kekeluargaan dengan saudara, teman, sahabat, orang-orang yang pernah kita lupakan. Sungguh nikmatnya kebersamaan ….

Esok adalah saatnya kita saling mengucapkan:

TaQobballallohu minna waminkum …..

Semoga Alloh menerima semua amal ibadah kita sebulan penuh … aamiiinn ….

 

aisalwa.wordpress.com

aisalwa.wordpress.com

,,,,,,*@*,,,,,,
PleaseHelpMe Alloh  .......

PleaseHelpMe Alloh .......

Detik terus berjalan

Menit …. Jam … Hari …. Minggu  … Bulan …

semuanya terus saja bergulir tanpa terasa telah banyak yang telah kulalui di dalamnya.  Sejak CiNtA ku tahun kemarin pergi dariku, belum lama dalam kepergiannya aku telah mudah saja tak mengingatnya, aku kerap mengabaikan arti kehadirannya, dan ada banyak saat-saat hatiku begitu keras bagai batu, tak peduli lagi arti malu dan arti CiNtA yang telah kukatakan dan kujanjikan padanya.

Dan sampai saat inipun, yang sebentar lagi CinTaku akan datang lagi menjemputku, mengapa hati ini masih saja terasa kosong, tak semangat dan tak ada sesuatu yang bisa memantapkan dan menumbuhkan rasa yang pernah kurasakan saat tahun terakhir kemarin ?

Duhhh Alloh …. aku mohon padaMu agar aku bisa menumbuhan rasa itu lagi, mantapkan hatiku untuk menyambutnya dengan senyum kehangatan, dan sebarkanlah rasa yang indah, rasa yang akan selalu menemaniku untuk melalui hari-hari  bersama yang menCiNtAiku.

Sadarkanlah aku bahwa ia adalah TaMu IsTiMeWaku

Bahwa bersamanya aku akan menemui :

30 Hari penuh BeRkaH, Di dalamnya aku akan menemui 10 hari penuh RaHmaT, 10 hari penuh AmPuNaN DAN 10 Hari yang akan membebaskan diriku yang terseok-seok memikul banyak dosa ini dari api nErAkA

30 Hari penuh PaHaLa berlipat-lipat ganda, dan Alloh Yang Maha Besar saja yang mengetahui lipatan pahala untukku. Bahkan di dalam 30 Hari ini ada satu hari yang nilainya setara dengan 1000 bulan. Wow … Luaarrrr biasa.

30 Hari bersamanya aku akan di ajarkan banyak hal tentang kesabaran untuk menahan hawa nafsu dan banyak keinginan yang sifatnya lahan alias kesenangan belaka yang tidak ada manfaatnya.

30 Hari aku akan di ajarkan tentang sebuah SoLiDaRiTaS, kekuatan dalam ikut merasakan rasa lapar, haus, berbagi bahagia dengan pakaian barokah, berbagi senang dengan zakat, berbagi makanan untuk berbuka ataupun bersahur, berbagi kekusyukan dengan Tarawih, berbagi rasa dalam persaudaraan ….

Sungguh ……. beberapa 30 hari itu menjadi manis jika aku rangkai dengan kalimat

                                               ” 30 Hari Mencari CintaNya “

Duhhhh Gusti ……. Bantu hambamu ini untuk mempersiapkan diri menyambut tamu IstimeWaku yang akan membawaku dalam perjalanan selama 30 hari mendapatkan CiNTaMu.

Amien …….

Kasih Ibu Sepanjang Jalan

JadilahIndahDiDuniaDanDiAlamFana

JadilahIndahDiDuniaDanDiAlamFana

 

Kasih Ibu Sepanjang Jalan ……  Ridho Ibumu adalah Ridho Alloh …. maka jangan pernah kecewakan apalagi menyakiti hati Ibumu yang penuh dengan kasih

 

Alkisah Sahabat Nabi yang bernama Alkomah, adalah seorang sahabat yang amat setia kepada Nabi. Hingga suatu saat Ia menjemput ajal karena luka-luka akibat melindungi Rasulullah dalam berbagai pertempuran.

Disaat sakaratul maut itu semua sahabat yang berada disitu amat teramat sedih, begitu pula Nabi. Bukan karena akibat sakit yang tengah dideritanya, tetapi tak lain karena melihat mulut Alkomah yang tertutup rapat tidak mampu mengucapkan kalimat tauhid . Lidahnya terasa kelu untuk kalimat suci itu.  Para sahabat termasuk Nabi pun telah mengajarkan dengan tidak kenal lelah.  Telinganya telah mendengar dan tatapan matanya yang berputar-putar seolah mengerti apa yang harus diucapkannya. Tetapi tetap saja lidah terasa kelu dan berat.

Lalu Nabi memerintahkan Ali dan Bilal untuk mencari ibu Alkomah, sebab Nabi curiga Alkomah pernah durhaka kepada Ibunya.

Ali dan Bilal agak kesulitan menemukan rumah ibu yang terpencil itu. Mereka baru mendapatkan setelah diyakinkan seseorang yang menegaskan bahwa rumah mungil yang tampak kumuh dari luar itu benar-benar rumah ibu Alkomah. Mereka semakin terkejut lagi ketika mengetahui bahwa ibu pemilik gubuk itu sudah sangat tua dan bungkuk.

Dengan hati-hati dan pelan-pelan mereka menanyakan apakah ibu itu adalah benar ibu Alkomah. Dan apakah jawaban ibu itu ???  Sungguh mengejutkan. Nenek tua itu menjawab bahwa Ia bukanlah ibu Alkomah. Ali bersikeras bahwa Ibu itu adalah ibunya Alkomah karena telah diberitahu oleh tetangganya.

Setelah agak lama dalam perdebatan, Nenek itu mengatakan bahwa dulu Alkomah adalah benar anaknya. Dulu sewaktu dalam kandungan, dulu sewaktu dilahirkannya dengan susah payah, dulu sewaktu masih di gendong dirawat dan di susui, dulu sewaktu masih kedinginan, kelaparan, dan telah disuapinya dari sisa-sisa kelelahan seorang ibu. Dulu sewaktu Alkomah belum mempunyai seorang istri yang amat sangat dicintai sehingga telah melupakan Sang Ibu.

Ali dan Bilal saling berpandangan, mereka seakan ditimpa gunung besi sehingga tidak lagi mampu bicara dan berpikir apapun. Tampak seraut wajah tua yang semakin tua dan pekat. Sepasang mata cekung yang penuh kelelahan menerawang seakan menguak cerita lama yang membuat hati terluka.

Alkomah telah dewasa dan telah menetukan pilihan jantung hatinya. Kesibukan urusan dan terlalu mencintai istrinya telah menyita waktu untuk sekedar menengok. Bahkan salam pun tidak pernah disampaikan, apalagi mengirimkan nafkah atau sekedar kado.

Nenek itu menceritakan, suatu ketika pernah Alkomah berjalan lewat rumah ibunya dengan membawa dua bungkusan yang terbungkus dengan rapi. Lalu satu bungkusan diserahkan kepada Ibunya. Dengan sukacita dierimanya bungkusan itu dan serta merta dibukanya untuk membungakan hati anaknya yang lama ia rindukan. Ternyata bungkusan itu berisi kain sutera yang amat indah. Dipeluknya dan diciumi kain itu. Namun, kebahagiaan itu ternyata harus segera sirna dengan meninggalkan kekecawaan yang amat sangat. Alkomah mengatakan dengan jujur bahwa ia telah keliru memberikan hadiah. Seharusnya bungkusan itu adalah untuk istrinya tercinta, dan bungkusan satunya yang untuk ibunya.

Masih bisa dijadikan obat kecewa, bungkusan itu masih saja ditimang-timang dengan suka cita sampai Alkomah meninggalkan ibunya sendiri. Setelah itu barulah dibuka dan ia mendapati selembar kain bekas yang sungguh tidak kelihatan seindah sutera yang pertama tadi.

Alkomah bukan lagi anak Ibu tua itu. Dan ia tidak berhak mendapatkan ridhonya. Sungguh tragis nasip Alkomah yang sedang kepayahan dalam sakaratulmaut.

Lalu Rasulullah memerintahkan agar Ibu tua itu dijemput dengan unta untuk menemui beliau. Setelah bertemu dengan Nabi dengan hati suka cita, mendadak roman ibu berubah menjadi pucat pasi melihat tubuh yang tergolek lemah hendak dibakar dalam tumpukan kayu yang telah disediakan.  Bertanya Ibu tua kepada Nabi, dan dijawablah bahwa tubuh lemah itu adalah bekas anak ibu yang telah durhaka. Daripada tersiksa lebih baik dimasukkan dalam api untuk menghilangkan derita berkepanjangan. Kecuali …… Ibu tua mau menngampuni dosa-dosa yang telah di perbuat oleh Alkomah.

Putih pias sekujur tubuh Ibu tua. Antara dendam dan kasih berkecamuk dalam dada. Antara marah dan sayang bergumul menyesakkan hati. Tak kuasa untuk mencaci, tak kuasa untuk memeluk. Tak kuasa berpikir lagi, tak kuasa menanggung ego diri. Tak kuasa berteriak, dan tak kuasa berdiam diri. Air mata seorang ibu berjatuhan bersama jatuhnya pintu maaf untuk anaknya. Dan seketika itu pula keluh lidah Alkomah telah hilang hingga ia mampu menyebut Asma Alloh dan pergilah ruh dengan tenang.

 

 

 

~_~ 

Hanya Waktu Yang Bisa

 

MasihTtgCintaDanSayang

MasihTtgCintaDanSayang

Siapa yang bisa mengatakan

kemana perginya hari ini ?

dan yang bisa mengatakan

jika cinta tlah tumbuh sebagai pilihan hati ?

Siapa pula yang bisa memberi alasan

mengapa hatimu berbinar  

karena cinta yang membawamu terbang ?

dan adakah yang bisa menghibur

jika hati menangis

karena cinta tlah usai ?

Siapa pula yang mampu membisikkan

bahwa cinta tlah bersemayam dalam hati

dan ketika siang tlah lelap

sedangkan bulan masih saja terjaga

dan pekatnya malam menyelimuti segenap hati

dan tak ada yang tahu

jika cinta tlah tumbuh sebagai pilihan

mengalir bersama sang waktu

dan tak ada yang tahu

jika cinta akan terus hidup ataukah mati

dan tidak ada yang tahu

apakah cinta akan di tertawakan ?

 

 

 

~_~

Rasa itu Datang Lagi

Hari ini kembali aku bisikkan     

kepada embun pagi yang menyejukkan raga

kepada mentari yang menghangatkan jiwa

kepada burung-burung yang bernyanyi laksana peri kecil

kepada rerumputan yang hijau bak permadani surgawi

dan kepada rembulan yang kelak akan menemani malam

kembali aku merasakan ini

seperti waktu pertama dulu, yang pertama,

lalu menghilang …… bersama hujan lebat, bersama mendung petang,

lalu datang lagi …… bersama mentari pagi

bersama keindahan alam yang tersenyum menelusuk kalbu

 

 

 

Malang, 17 Mei 2009

logo google di Hari Kartini

logo google di Hari Kartini

Salam salut buat Om Goo ……

Om Goo ternyata tidak hanya canggih dengan mesin pencarinya, google translatenya, google map, google earth, dan masih banyak lagi fitur yang disediakan.

Dan tahukah kawan jika ternyata Om Goo juga ingat hal-hal besar yang sekarang sudah dianggap kecil. Peringatan Hari Kartini.  Bagi rakyat Indonesia sih itu mungkin sudah menjadi suatu hal yang biasa karena peringatan itu adalah sebagian dari Sejarah Bangsa.

Apakah ini salah satu strategi pemasaran ???

O’o …. begitulah … tetapi strateginya bagus ya

@ _ @

Tulisan Sebelumnya »